JAKARTA, KOMPAS.com - Hampir satu tahun kedua kaki Kartini (39) sakit. Bahkan pernah lumpuh selama sebulan. Tapi, setelah diteping (totok), kakinya pulih dalam waktu 15 menit.

Ketika hendak ke atas panggung, warga Tanah Abang Jakarta Pusat ini tampak tertatih dan picang. Dengan susah payah ia menapaki 4 anak tangga kecil untuk sampai di kursi hijau. Ia bersama 4 orang lain bersiap menerima terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT).

SEFT adalah teknik pengembangan diri ekletis yang menggabungkan 14 macam teknik terapi. Termasuk di antaranya adalah kekuatan spiritual untuk mengatasi berbagai macam masalah fisik, emosi, pikiran, sikap, motivasi, perilaku dan pengembangan diri.

SEFT di Indonesia dibawa oleh Ahmad Faiz Zainuddin yang belajar langsung kepada Gary Craig dari Amerika Serikat, pendiri Emotional Freedom Technique.

Minggu (26/7) pagi ini Faiz bersama para alumnusnya yang bergabung dalam Logos Institute mengadakan pengobatan dam pelatihan SEFT di Jalan Jati Bunder VII Tanah Abang Jakarta Pusat.

Kartini yang sudah bersiap disembuhkan, tampak menghirup napas panjang. Murid Faiz, memberinya minum dari air mineral kemasan gelas. “Ya Allah walaupun saya sakit kaki, saya ikhlas menerima masalah saya ini. Saya pasrahkan pada-Mu kesembuhan saya dari sakit kaki ini,” kata terapis SEFT, yang diulangi oleh Kartini.

Sembari Kartini mengulang-ulang kalimat tersebut, sang terapis meneping bagian ubun-ubun, bagian atas mata, samping mata, bawah mata, di atas mulut, di hidung, ketiak dan dada Kartini. “Ya Allah…Ya Allah…Ya Allah…” Kartini terus menyebut Asma Allah, sembari memejamkan mata.

Hebatnya, 15 menit terapi, Kartini sudah bisa berjalan normal. “Biasanya saya paling jauh berjalan 20 meter. Saya belum pernah seenak ini. Rasanya juga lebih tenang,” ungkap Kartini.

Ia melanjutkan, sejak kali pertama sakit kaki pada bulan September 2008, ia telah berobat ke mana-mana. Namun, hasilnya tidak memuaskan. “Kata dokter saraf kecepit. Tiap hari sakit. Tidur saja terganggu,” ucap Kartini.

Yoyon (49), juga mengalami hal serupa dengan Kartini. Warga Tanah Abang ini awalnya mengeluh sakit kepala sebelah dan tangan kirinya semper. “Kata dokter saya kelebihan kolesterol. Sejak 5 tahun lalu. Saya suka kumat kalau malas pantang,” kata Yoyon sambil tersenyum.

Teknik penyembuhan kepada Yoyon saya dengan Kartini. Yoyon diminta mengiklaskan penyakitnya kepada Sang Pencipta, sambil menyaru mohon kesembuhan. “Hasilnya, kepala sembuh, tangan sudah baik,” tutur Yoyon.

Ia mengaku, bagian tubuhnya yang diteping adalah ubun-ubun, bagian atas mulut, bagian bawah mulut, samping mata, ketiak dan tengkuk. Baik Kartini maupun Yoyon sama-sama berharap kesembuhannya bersifat permanen. “Sembuh selamanya, dan juga pantang terus,” tandas Yoyon.

Lebih jauh Faiz mengungkapkan metode SEFT sudah dimodifikasi dengan menekankan kekuatan spiritual. “Secara tidak langsung, melalui pengobatan seperti ini, pasien ingat Tuhan,” paparnya.

Supaya pengobatan ini berkelanjutan, tambah Faiz, mereka juga diajarkan bagaimana mempraktikkan terapi SEFT ini. Tujuannya, supaya mereka bisa membantu orang lain dan juga bisa menyembuhkan dirinya sendiri kalau penyakitnya kumat.

Ahmad Faiz Zainuddin, alumnus Unvisersitas Airlangga Surabaya ini selama sepuluh tahun terakhir menggeluti secara intens dunia personal development. Kandidat Master of Science dari Universitas Teknologi Malaysia ini telah menemukan spiritual emotional freedom technique (SEFT) yang dikembangkan Logos (Loving God, Blessing Others, & Self Improvement) Institute. Kini SEFT disebut-sebut sebagai teknik revolusioner karena telah terbukti ampuh mengatasi berbagai masalah fisik, dan emosi. Lantas bagaimana Ahmad Faiz Zainuddin bersama Logos Institute mengembangkan SEFT? Berikut penuturannya kepada Julvahmi dan Apriyadi Hidayat dari Jurnal Bogor.

1. Bisa dijelaskan sekilas mengenai SEFT? Apakah memiliki unsur supranatural?

SEFT merupakan teknik pengembangan diri ekletis yang menggabungkan 14 macam teknik terapi, termasuk kekuatan spiritual. Manfaatnya untuk mengatasi berbagai macam masalah fisik, emosi, pikiran, sikap, motivasi, perilaku, dan peak performance secara cepat, mudah dan universal. Beragam teknik terapi yang masuk dalam SEFT ialah Cognitive Therapy (NLP), Behavioral Therapy, Logotherapy, Psychoanalisa, EMDR, Self Hypnosis (Ericsonian) , Sugesty & Affirmation, Visualization, Gestalt Therapy, Meditation, Sedona Methode Provocative Therapy, Energy Therapy (EFT) , dan Powerful Prayer. Jadi, tidak ada unsur supranatural atau klenik dalam SEFT.

2. Apakah SEFT pernah dibuktikan dengan riset ilmiah?

SEFT merupakan penggabungan antara spiritualitas, melalui doa, keikhlasan, dan kepasrahan, dengan energy psychology. Teknik ini telah dibuktikan oleh berbagai macam riset ilmiah. SEFT dikembangkan dari Emotional Freedom Technique (EFT), oleh Gary Craig, yang saat ini sangat populer di Amerika, Eropa, dan Australia sebagai solusi tercepat dan temudah untuk mengatasi berbagai masalah fisik, emosi, serta performa kerja. Saat ini EFT telah digunakan oleh sekitar 100.000 orang di seluruh dunia.

3. Mengingat SEFT memiliki unsur psikologi, apakah bisa meningkatkan kinerja, dan prestasi?

SEFT juga bisa meningkatkan kinerja dan prestasi dengan SEFT for peak performance. Selain itu, SEFT juga bisa meningkatkan keberuntungan dengan the luck factor, meraih apa yang diinginkan dengan deep seft, mencapai total success dengan the holistic person empowerment system, mendapatkan kedamaian hati dengan personal peace procedure, dan meraih kebahagiaan dengan logos spirit.

4. Bagaimana SEFT dikenal sebagai teknik revolusioner?

Ada beberapa alas an. Pertama, efektif, mampu meyelesaikan berbagai masalah fisik dan emosi, bahkan untuk beberapa masalah yang divonis tidak ada harapan lagi oleh dokter. Kedua, ilmiah telah dibuktikan oleh puluhan penelitian dan digunakan oleh lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia. Ketiga, mudah, semua orang, bahkan anak-anak dan orang lanjut usia, bisa melakukan. Kempat, cepat hanya membutuhkan waktu 5-50 menit. Umumnya sudah dapat terasa efektivitasnya dalam waktu sekitar15 menit. Kelima, aman, tanpa efek samping, karena tidak menggunakan obat-obatan apapun, alat-alat khusus, atau teknik yang beresiko. Keenam, murah, sekali belajar dapat dipakai selamanya. Keenam, memberdayakan, tidak tergantung kepada terapist, setiap orang bisa melakukannya sendiri bahkan bisa membantu orang laini. Ketujuh, universal, dapat digunakan untuk berbagai macam masalah dan dapat dipraktekkan oleh berbagai orang tanpa memperdulikan latar belakang apapun dari orang tersebut. Kedelapan, compatible, dapat digabungkan dengan berbagai macam teknik lain dan dapat meningkatkan efektivitas teknik-teknik lain tersebu.

5. Anda cukup sering mengadakan in house training, bisa dijelaskan latarbelakangnya?

Setiap orang tentunya berharap memiliki kualitas hidup yang baik, yakni selalu berada dalam kondisi prima dan sehat, motivasi tinggi dan kinerja puncak untuk meraih sukses, serta merasakan kebahagiaan dan kedamaian hati. Tetapi masalahnya hanya sedikit yang bisa memiliki semua hal tersebut. Banyak orang yang ingin sukses, tetapi terbatas oleh sakit yang dideritanya. Ada juga yang ingin mencapai kinerja puncak, namun mempunyai masalah emosi seperti trauma dan masa lalu yang mengganggu. Banyak pula yang memiliki segalanya, sukses dan mencapai puncak namun malah tidak bahagia. Hal inilah yang melatarbelakangi Logos institute dengan SEFT untuk menjawab permasalahan tersebut.

6. Anda cukup sukses mengembangkan SEFT, apakah kesuksesan Anda dibarengi dengan aktivitas sosial?

Tentu, kami mengalokasikan dana khusus untuk aktivitas sosial. Kami sangat concern membina anak yatim piatu dengan mendirikan panti asuhan Al Madinah. Kami berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat, bahkan sebagian besar alumni mengikuti training secara gratis.

7. Mengapa Anda sangat concern pada anak dhuafa?

Saya sendiri adalah yatim piatu, di keluarga saya adalah anak kelima dari tujuh bersaudara. Saya sudah kehilangan orang tua saya. Itu juga menjadi alasan seringnya saya bersama Logos Institute membantu anak duafa. Saya bisa mengerti kerasnya hidup yang mereka jalani.

8. Dengan aktivitas Anda yang padat, bagaimana Anda membagi waktu dengan keluarga?

Tentunya saya tetap memberikan waktu-waktu khusus untuk keluarga. Saya juga menentukan skala prioritas dalam menentukan jadwal saya sehari-hari.. Meski demikian, saya memiliki tanggungjawab profesi. Sejauh ini, istri saya Vera Zainuddin mendukung profesi saya, jadi tak menjadi kesulitan berarti dalam membagi waktu.

9. Apakah Anda mengarahkan buah hati untuk berprofesi seperti Anda?

Dalam mendidik buah hati tercinta, Muhammad Zendy Zainuddin, tentunya saya memberikan mereka kebebasan. Di masa kecilnya, saya menanamkan akar kehidupan dengan berusaha membentuk akhlak yang terpuji, dan kenangan-kenangan yang berkesan. Setelah tumbuh, saya akan memberikan sayap yang menerbangkannya menggapai impian, dan cita-cita. Caranya dengan memberikan pendidikan, serta keleluasaan mengembangkan minat dan bakat.

“Kami tidak akan putus asa.. “Begitulah salah satu ungkapan yang disampaikan salah satu orang tua yang telah mengikuti program sosial Training SEFT Esensial. Semula dalam sesi awal saat sharing tentang pengalaman dalam menghadapi anak-anak yang istimewa, beberapa dari orang tua sempat mengalami tekanan.

Sungguh mulia tugas untuk membantu para teman-teman yang kekurangan. Terutama teman-teman yang menolong keluarga yang mempunyai masalah dengan anak. Anak istimewa… anak luar biasa… Sungguh semestinya kita bisa bahagia memiliki anugerah istimewa anak yang luar biasa. Namun semua orang belum tentu bisa menerima untuk kehadiran seorang anak yang istimewa.

“Anak pertama saya mengalami ke-istimewaan ini, yang kedua normal, dan yang ketiga istimewa lagi…..! Mengapa semua ini terjadi pada saya ya Allah” ungkap salah satu orang tua. Hingga menurut pengakuannya sempat stress untuk mengurusi anak-anaknya. “Mengapa harus terjadi pada saya ya Allah”…..

Bagi relawan pun juga merupakan suatu tantangan, karena setiap hari mereka harus mendidik dengan penuh kesabaran dan keuletan dan juga keikhasan. Pada training SEFT kali ini di ikuti oleh para orang tua autis, terapis, dan para relawan. Yang di adakan pada hari Sabtu tanggal 25 Oktober 2008 yang bertempat di Kantor LoGOS Institute.

Acara ini terselenggara berkat kerjasama antara Yayasan Cahaya Keluarga Kita (YCKK) Rumah Autis yang diketuai oleh Ustadz Deka Kurniawan dan LoGOS Institute. Kerjasama selanjutnya yakni adanya program pendampingan untuk para peserta yang telah mengikuti pelatihan SEFT Esensial ini. Di harapkan dengan program ini, akan ada perubahan secara mendasar baik dari sisi orang tua, terapi, atau para anak istimewa ini. Dan Insya Allah juga akan diadakan training untuk gelombang yang kedua.

Dan pada sesi akhir acara, para peserta terihat sangat antusias untuk menerapkan ilmu ini. Dan mereka tidak akan putus asa untuk mendampingi anak-anak istimewa mereka untuk meraih cita-cita.

Semoga dengan adanya kegiatan ini kita bisa memberikan manfaat antara sesama manusia untuk saling membantu dan berbagi terhadap sesama. Semoga langkah kita bersama di ridhoi oleh Allah SWT, amin ya Robbal Alamin.

Konsultasi Online Jarak Jauh

December 21, 2009

Konsultasi Online Jarak Jauh denga Surrogate SEFT

One Case Of Surrogacy

Satu kisah tentang Surrogate SEFT… berikut adalah kisah nyata dari seorang alumni pelatihan SEFT Total Solution yang biasa disebut dengan SEFTer. Ia mengisahkan pengalamannya, men-surrogate adiknya yang punya sakit jantung bawaan…

Aku menghentikan mobil tepat di depan rumah orang tua kami. Sebelum kakiku menginjak tanah, ponselku berbunyi. Dari seberang, terdengar suara Rani. Amat berat. “Dia membatalkan rencana pernikahan kami…” Setelah itu yang tersisa hanya diam. Sepertinya tidak ada lagi air mata. Yang ada hanya cekatan-cekatan yang meluruhkan sendi hati. “Aku terbang ke sana, ya?,” sambung suara di seberang.

“Kemarilah, pesanlah tiket dan aku tunggu di bandara. Kuatlah. Sampailah sini. Biar kutemani kau”. Hanya itu yang bisa kukatakan. Selebihnya aku hanya nanar. Bagaimana bisa, Abdul membatalkan pernikahan dengan Rani yang tinggal dua hari lagi. Apa yang salah. Salahkah penilaian kami terhadap Abdul. Atau benarkah “keraguanku” selama ini.

Buliran bening mengalir juga di pipiku. Aku merasa… tiba-tiba kakiku menjadi pendek. Karena aku tak tahu harus bagaimana menolongnya dari kejauhan. Membantunya tetap berdiri. Memastikan bahwa dia tidak menginginkan kematian karena putus asa. Rasa tak berdaya ini akhirnya memecahkan tangisku. Tersedu. Tangis itu baru berhenti setelah tangan suamiku menggengam erat “Jangan larut, tahan, tahan.”

Aku menunggu di ruang makan, dengan perasaan tak menentu, karena baru saja Rani mengabarkan, hanya ada pesawat pukul 10 malam. Itupun delay karena ada trouble engine. Kegelisahanku terjawab. Tepat pukul 4 sore “Aku gak kuat, dadaku sesak” begitu bunyi pesan tak bersuara itu. Aku memandang mata suamiku mengabarkan ketakberdayaan. Aku takut, jantung Rani yang lemah sejak kecil tidak mampu menahan beban ini. Dia paham. Dan ponselkupun jatuh ke tangannya. Di luar dugaan, dia berlari. Sayup-sayup kudengar orang muntah berkali-kali lalu senyap.

Hening…

Beberapa saat, aku mulai curiga, suamiku tak muncul lagi dan kuputuskan melihatnya. Suamiku bersandar di wastafel dengan badan bergetar. Ia hanya diam. Setelah kutembus matanya, aku baru tahu apa yang harus kulakukan. Dengan perasaan tak menentu, aku tapping badannya. Tanpa Set Up. Satu putaran, dia lalu berdiri, berjalan ke arah dapur. Mengambil air segelas penuh dan meminumnya. “Kau tak apa?” Dia tersenyum sambil berkata “Untung kau datang.” Ganti aku yang terduduk dengan keringat bercucuran. Meski hanya tiga menit, aku merasa sangat lelah. Seperti berjalan jauh tanpa air…

Ponselku bergetar perlahan… “Alhamdulillah, Kak… Aku udah bisa berdiri. Makasih. Tadi rasanya langit mau runtuh. Gelap. Aku hanya mampu memeluk ponselku” Aku tertegun membaca kalimat itu. Benarkah? Lalu, sebegitu mampukah apa yang kulakukan untuk membuat Rani bertahan ketika ada di ujung bumi?

Aku masih terdiam, kala suamiku menggambilkan segelas air untuk kuminum… Dia bercerrita, begitu memegang ponselku, dia merasa jiwa Rani masuk dalam tubuhnya. Berat. Tiba-tiba dia merasa dadanya sangat sesak. Lalu ia muntah hingga badannya bergetar. Ketika berusaha mengangkat tangan, lengannya terasa lunglai. Aku menatapnya penuh. “Kau tak apa?” Dia hanya tersenyum.

Mataku memandang nyalang ke arah pintu kedatangan domestik. Aku melirik arlojiku. Jam 11. Mana Rani? “Aku dah sampai bandara” seuntai kalimat menyerbu ponselku. Bergegas aku memacu langkah. Aku menemukannya dalam sorot mata kuyu. Ia berlari sebelum tumpah di pelukanku. Antara kelu, lega dan luruh bercampur. Setidaknya aku bisa memastikan dia bisa sampai kota ini tanpa halangan berarti meski dengan hati carut marut.

“Kak, untung kau surrogate aku. Aku tidak tahu apa jadinya jika kau tak menolongku dari sini. Karena semuanya terasa gelap. Sangat gelap dan berat. Langit terasa pendek hendak menghimpitku.” Lama aku terdiam, membiarkan tanganku mendekapnya. Tiba-tiba ada yang mengalir sejuk di hatiku. Mungkin karena aku merasa tetap bisa menjaganya meski jarak memisahkan kami dan tidak berpikir apa yang telah kulakukan. Terima kasih Tuhan…

The How of Surrogating

Anda mungkin bertanya, bagaimana caranya? Berikut kita coba bedah bersama-sama.

  • SET UP untuk niat menghubungkan energi…
  • Dalam contoh kasus di atas, niat menghubungkan energi tidak ada karena suami ibu X, begitu menyentuh ponsel yang berisi SMS dari Rani, energinya langsung terhubung. Namun kondisi ini sangat relatif. Satu diantara seribu. Pada umumnya, dalam kondisi biasa, Anda perlu menghubungkan energi sebagai langkah pertama untuk melakukan surrogate.
    Yang bisa Anda lakukan adalah: menekan sorespot Anda atau mengetuk ringan titik karate cop Anda seraya berniat; “ Ya Tuhan, saat ini saya X (nama Anda) berniat untuk mewakili Y (nama orang yang akan Anda surrogate)…” Ulang kalimat ini sebanyak tiga kali.

  • SET UP untuk menyelesaikan masalah…
  • Dalam contoh di atas, Ibu X tidak secara spesifik menyebutkan kalimat SET UP-nya… Saya coba merekanya sebagai berikut; “ Ya Tuhan, walaupun saat ini dada saya terasa sangat sesak seakan langit runtuh menghimpit saya, saya ikhlas menerimanya… dan saya pasrahkan kepadamu kesembuhan saya…”

  • Tune In, berempati terhadap masalah…
  • Pada kisah di atas, suami Bu X secara otomatis sudah mengalami tune in ketika ia merasa seakan dadanya sesak dan pandangan matanya gelap hingga akhirnya muntah. Namun sekali lagi, ini kasus yang sangat jarang terjadi. Pada kondisi normal, Anda mungkin perlu berupaya keras untuk berempati terhadap masalah yang dihadapi oleh klien Anda.

  • Tapping…
  • Pada kisah di atas, suami Bu X tidak mampu melakukan tapping untuk dirinya sendiri karena terlanjur lemas. Oleh sebab itu, Bu X lah yang men-tapping tubuh sang suami yang sedang terhubung dengan Rani. Pada kondisi biasa, Anda langsung saja mengetuk 9 atau 18 titik SEFT, sembari terus berkonsentrasi masalah yang dialami oleh klien Anda.

  • SET UP untuk niat memutus sambungan energi…
  • Yang bisa Anda lakukan adalah: menekan sorespot Anda atau mengetuk ringan titik karate cop Anda seraya berniat; “Ya Tuhan, saat ini saya X (nama Anda) saat ini berniat untuk tidak lagi mewakili Y (nama orang yang akan Anda surrogate)… Semoga Y diberikan kemudahan untuk menyelesaikan masalahnya…” Ulang kalimat ini sebanyak tiga kali.

    Enhance Your Surrogate SEFT Success Rate

    Lalu bagaimana jika Anda tidak berhasil melakukan surrogate? Berikut ini adalah cara untuk meningkatkan efektifitas teknik Anda.

  • Sering melakukan SEFT secara langsung
  • Jika Anda sering mencoba melakukan SEFT one on one, maka Anda akan mendapat kekayaan pengalaman untuk memahami masalah orang lebih dalam. Misal, jika Anda ingin melakukan surrogate SEFT pada bos yang tempramental, maka Anda setidaknya harus pernah mencoba mengatasi masalah orang yang tempramental secara langsung. Anda akan tahu latar belakang masalah, reaksi saat dia di-SEFT dan sebagainya. Semakin sering maka semakin baik.

  • Meningkatkan aspek spiritualitas Anda
  • Prinsip utama yang membedakan antara SEFT dengan energi terapi yang lain adalah prinsip spiritualitasnya. Doa. Jadi jika Anda ingin meningkatkan efektifitas surrogate Anda, maka yang harus dilakukan adalah memperbaiki cara Anda berdoa. Saya mengutip penelitian yang dilakukan oleh seorang peneliti spiritualitas untuk menjelaskan hal ini. Tiga prinsip doa yang efektif menurut Larry Dossey, M.D.;

  • the depth of the prayer
  • Hal ini merujuk pada kedalaman atau seberapa fokus dari orang yang mendoakan. Dalam kasus ini, melakukan surrogate. Semakin Anda dapat memfokuskan diri pada orang yang Anda surrogate maka akan semakin tinggi tingkat keberhasilan Anda.

  • the sincerity of the prayer
  • Tulus. Semakin Anda berniat untuk membantu orang yang Anda surrogate tanpa tendensi apapun, maka teknik ini akan semakin efektif.

  • the love of the prayer
  • Semakin Anda dapat meniatkan untuk mengirimkan vibarisi cinta pada orang yang Anda surrogate, maka semakin mudah pula masalah orang tersebut akan terselesaikan. Ingat, gelombang cinta memiliki frekuensi yang paling tinggi dan paling dahsyat!!!

    Selamat mencoba…


    Tari Agustini

    http://www.logos.co.id

    Psikologi

    December 20, 2009

    Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi

    Curhat Online

    December 19, 2009

    Banyak diantara kita tidak punya waktu untuk datang ke teman/keluarga untuk mengutarakan unek-unek atau permasalahan kita yang mungkin kita perlu teman untuk mengungkannya. Karena kesibukan kita atau mungkin kita terlalu banyak hal yang harus dikerjakan.

    Sarana internet telah menyebar luas, sampai orang tiap detik tak bisa lepas dari internet.

    Kami hadir untuk membantu curhat atau konsultasi. Baik permasalahan kesehatan tau kesuksesan atau masalah kebahagiaan.

    SEFT mampu untuk membantu meningkatkan prestasi belajar dan meningkatkan prestasi kerja

    Free Bahkan GRATIS konsultasi jika tidak ada perubahan terhadap masalah Anda baik masalah fisik atau emosi dengan teknik seft, saat konsultasi online

    Konsultasi Online

    December 14, 2009

    Dengan SEFT ini harapan kami bisa membantu banyak orang dan bisa membawa manfaat. terutama mungkin bagi sahabat yang di luar kota atau di luar negeri

    SEFT training…. tanggal 18 – 20 desember bersama Ahmad Faiz Zainuddin

    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.